logo indofinanz
Selamat datang di MoBi indofinanz.com

21 Oktober 2019 14:49

Home - News Index- Contact Us  


  Berita Harian WTO Setujui Tarif Impor AS, Saham Eropa Bertumbangan Rabu, 03 Oktober 2019   JAKARTA – Bursa Eropa menukik hampir 3 persen sekaligus mengalami hari terburuknya sejak Desember 2018, setelah ancaman perang dagang trans-atlantik dan data ekonomi yang suram menambah kekhawatiran tentang goyahnya ekonomi global. Berdasarkan data Reuters, indeks Stoxx Europe 600 melepaskan hampir seluruh kenaikan yang mampu dibukukan pada September dengan berakhir turun tajam pada perdagangan Rabu (2/10/2019). Pada Rabu (2/10), Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menyetujui langkah-langkah pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengenakan tarif impor terhadap barang-barang senilai US$7,5 miliar asal Eropa. Persetujuan ini diberikan terkait dengan subsidi ilegal Uni Eropa kepada Airbus. Saham Airbus pun drop 2 persen. Bursa saham di London bahkan membukukan penurunan paling dramatis, dengan indeks FTSE 100 mengalami sesi terburuknya dalam 3,5 tahun setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson meluncurkan proposal Brexit final yang meredupkan peluang Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa dengan kesepakatan. Hal tersebut menambah tekanan pada pasar ekuitas global akibat berlarutnya konflik perdagangan antara pemerintah AS dan China, yang telah berkontribusi atas kontraksi tajam dalam indikator sektor manufaktur di kedua sisi Atlantik. "Kita belum melihat dampak terburuk dari perang dagang dan tentu saja itu berdampak besar pada (manufaktur di) Eropa karena lebih bergantung pada ekspor daripada AS,” ujar Andrea Cicione, kepala strategi di TS Lombard. Seluruh pasar utama di Eropa anjlok lebih dari 2 persen, dengan bursa saham Italia kehilangan 2,9 persen dalam sesi terburuknya sejak Desember dan bursa saham Prancis terjerembab 3 persen. Adapun bursa saham Frankfurt turun tajam 2,8 persen ke level terendah dalam sebulan dan kini telah membukukan penurunan lebih dari 4 persen hanya dalam dua hari. Data Refinitiv terbaru menunjukkan perusahaan-perusahaan Eropa dapat mengalami periode laba kuartalan terburuknya dalam tiga tahun karena penurunan pendapatan untuk pertama kalinya sejak awal 2018. "Ini akan menjadi musim yang sulit dan yang paling penting adalah bagaimana perusahaan-perusahaan melihat kuartal IV dan prospek awal untuk tahun 2020,” tutur Neil Campling, analis di Mirabaud Securities. Perhatian investor kini akan tertuju pada rilis data sektor jasa dari zona euro pada Kamis (3/10/2019). Di antara saham yang berkinerja terburuk adalah kelompok limbah dan air asal Perancis, Suez, yang tersungkur 7 persen setelah CEO barunya meluncurkan rencana empat tahun untuk meningkatkan pendapatan tetapi gagal memberikan kejelasan tentang dividen dan rencana penjualan aset.   https://market.bisnis.com/read/20191003/7/1154940/wto-setujui-tarif-impor-as-saham-eropa-bertumbangan SUMBER : BISNIS.COM


Home - News Index- Contact Us  

(C)2000-2019 PT. Supra Indofinan Pacific - All rights reserved